Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "Pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indiƫ), atau Hindia (Indiƫ); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda.

Minggu, 01 Agustus 2010

ILMUWAN NASA JUGA KHAWATIR KIAMAT BADAI MATAHARI

Ilmuwan senior NASA mengingatkan bumi akan diterjang badai matahari pada 2013. Energi magnetik akan menyerang setelah matahari bangun dari tidur panjang.

(physorg.com)
 
Dalam peringatan terbarunya, NASA menyebut badai super akan memukul seperti "kilat" dan bisa menimbulkan konsekuensi bencana bagi dunia, layanan darurat dan keamanan nasional kecuali tindakan pencegahan diambil.

Para ilmuwan percaya badai itu dapat merusak segala sesuatu dari sistem layanan darurat, peralatan rumah sakit, perbankan dan perangkat sistem pengendalian lalu lintas udara, hingga barang sehari-hariseperti komputer di rumah, iPod dan penerima siaran satelit.

Karena ketergantungan manusia pada perangkat elektronik yang sensitif terhadap energi magnetik, maka badai bisa meninggalkan kerugian multitriliun dan menimbulkan masalah bagi pemerintah.

"Kami tahu ini akan datang, tapi kami tidak tahu seberapa buruk," kata Dr Richard Fisher, direktur divisi Heliophysics NASA, kepada Koran Telegraph dalam sebuah wawancara.

"Badai itu akan mengganggu perangkat komunikasi seperti satelit dan navigasi mobil, perjalanan udara, sistem perbankan, komputer dan segala sesuatu yang elektronik. Ini akan menimbulkan masalah besar bagi dunia.

"Sebagian besar wilayah akan tanpa listrik dan untuk memperbaiki kerusakan akan berat dan membutuhkan waktu."

Dalam sebuah konferensi cuaca ruang angkasa di Washington DC pekan lalu yang dihadiri oleh para ilmuwan NASA, pembuat kebijakan, peneliti dan pejabat pemerintah juga mengeluarkan peringatan serupa.

Dr Fisher (69) mengatakan badai dari matahari yang mencapai suhu lebih dari 5500C itu tidak semua orang akan menghadapi.

Siklus energi magnetik matahari mencapai puncak setiap 22 tahun, sedangkan jumlah bintik matahari mencapai tingkat maksimum setiap 11 tahun.

Dr Fisher yang merupakan ilmuwan NASA selama 20 tahun, mengatakan gabungan dua kejadian itu pada 2013 akan menghasilkan tingkat radiasi besar.

Dia mengatakan sebagian besar wilayah dunia bisa menghadapi hidup tanpa listrik selama beberapa bulan.[ito]

Sumber: inilah.com

1 komentar:

  1. Sobat saya ingin mengajak anda menjadi Salah Satu Penulis blog saya di www.korangratis.web.id Apakah Anda berkenan. bila anda berkenan bisa hub saya di 085743814600 atau email beritakita35@yahoo.com untuk membicarakanya lebih lanjut.

    BalasHapus

next page