Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "Pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indiƫ), atau Hindia (Indiƫ); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda.

Minggu, 18 Juli 2010

TIPS BIJAK MEMILIH PENGEMBANG KPR YANG BONAFIT

Pada saat ini memang banyak sekali pengembang (developer) yang menawarkan berbagai tipe rumah dalam bentuk cluster yang luas dan tipe yang beragam. Apabila Anda sangat berminat dengan rumah-rumah KPR di sekitar tempat tinggal Anda sekarang, pastikan beberapa hal di bawah ini agar pengembang yang dipilih benar-benar credible dan dapat dipercaya. Berikut ini Tips bijak memilih pengembang KPR yang bonafit:

1. Pastikan sebuah Pengembang memiliki ijin pembangunan.
2. Biasanya, sebuah pengembang yang baik memiliki kerja sama dengan sebuah Bank. Karena setiap kerja sama yang dilakukan bank terhadap pengembang, pihak bank biasanya telah memeriksa dan mengevaluasi secara keseluruhan seperti luas tanah, status tanah, peruntukan tanah, fasilitas sosial dan sebagainya.
3. Pengembang tersebut memiliki sertifikat induk.
4. Bersedia mengadakan perjanjian dengan pembeli.
5. Sejauh mana pengembang akan melakukan pengurusan Pajak Bumi Bangunan (PBB) serta Ijin Mendirikan Bangungan (IMB) terhadap rumah KPR tersebut.

Pada akhirnya, kecermatan dan pertimbangan yang matang sebelum menjatuhkan pilihan merupakan tindakan yang bijaksana saat memilih rumah idaman. Karena pembelian rumah merupakan investasi jangka panjang, maka jangan sampai Anda kecewa di tengah jalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

next page