Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "Pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda.

Minggu, 04 Juli 2010

MISTERI FENOMENA UFO VIBORG

“Efek penguapan yang ada pada objek tersebut menunjukkan bahwa permukaan ufo tersebut memiliki suhu yang lebih rendah dari minus 180 derajat celcius. Karena karakterisitik inilah maka udara yang mengelilinginya mulai mencair dan mengalir ke bawah yang membuat objek tersebut terlihat seperti memiliki ekor ubur-ubur.”

Walaupun begitu, tidak semua organisasi peneliti ufo setuju dengan pendapat itu.

Sebuah organisasi bernama Ground Saucer Watch (GSW) yang merupakan spesialis peneliti foto misterius menyimpulkan bahwa objek tersebut adalah sebuah awan kumulus.

Dan kesimpulan GSW ini terbukti menjadi awal pemecahan misteri ufo Viborg.

Kesimpulan GSW ini kemudian dikuatkan oleh Skuadron pesawat tempur Denmark. Menurut mereka, objek tersebut adalah sebuah fenomena awan aneh yang terbentuk akibat adanya pelepasan uap panas air. Untuk membuktikannya, kepala skuadron segera menghubungi Viborg Heating Instalation (VHI) untuk mengadakan pengujian lanjutan.

Menurut VHI, ketika uap panas air terlepas ke udara, memang kadang dapat tercipta fenomena seperti yang terlihat pada foto ufo Viborg. Apalagi pada saat mesin “boiler” sedang dibersihkan.

Ketika lokasi pemotretan diperiksa, para peneliti menemukan ada sebuah cerobong pemanasan yang mungkin bertanggung jawab atas fenomena itu.


Jarak antara Mr Laursen yang mengambil foto dengan cerobong tersebut sekitar 350 meter. Saat itu ada angin kencang dengan kecepatan sekitar 20 knots yang bertiup dari barat daya. Angin inilah yang dianggap telah membawa uap dari cerobong dan menyebabkan terbentuknya ufo Viborg.

Misteri ini terpecahkan !

Namun, baru 19 tahun kemudian, orang-orang bisa melihat teori ini menjadi kenyataan.

Pada tahun 1993, Ned Kahn, seorang seniman yang terinspirasi oleh fenomena-fenomena alam seperti api, angin dan air berniat mencipta ulang fenomena ufo Viborg dengan menciptakan sebuah alat yang dapat menyemburkan uap.

Ketika ia menjalankan mesin buatannya, maka seperti sebuah deja vu, ufo Viborg kembali muncul, namun kali ini di sebuah studio.


Manifestasi awan yang dibuat Kahn dikenal dengan sebutan toroidal vortex atau cincin awan. Luar biasanya, ia berhasil menciptakan awan yang sangat menyerupai ufo Viborg. Perbedaannya hanyalah pada ukuran awan yang tercipta.

Menariknya, tenyata bukan hanya pelepasan uap panas yang bisa menciptakan awan aneh seperti itu. Sebuah penyembur api berukuran besar ternyata juga bisa menciptakan awan ubur-ubur seperti yang terlihat pada foto di bawah ini. Awan ini terlihat pada festival Burning Man di Nevada.


Apakah uap air ataukah penyembur api raksasa. Fenomena ufo Viborg telah berhasil dipecahkan dengan sempurna.

Sumber: http://ahartawan.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

next page