Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "Pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda.

Minggu, 04 Juli 2010

AWAN BERBENTUK UFO MUNCUL DI MOSKOW

Moskow-UFO makhluk asing dalam film Hollywood “Independence Day” (web foto)
Awan berbentuk seperti sebuah UFO dalam film ‘Independence Day’ terlihat di langit Moskow pada 7 Oktober 2009.

Menurut koran Daily Mail Inggris, sebuah lingkaran cahaya berwarna pucat keemasan muncul di langit bagian barat Moskow pada 7 Oktober 2009. Awan tersebut mirip UFO makhluk asing yang terdapat dalam film fiksi ilmiah Hollywood ‘Independence Day’. Fenomena itu membuat orang-orang yang melihatnya tertegun dan diam tanpa kata.

Beberapa ahli lingkungan mengatakan bahwa awan itu adalah hasil polusi udara dari emisi industri. Namun penjelasan ini segera disangkal oleh Pusat Meteorologi Moskow. Badan tersebut menyatakan bahwa, “Kalau itu memang disebabkan oleh emisi, maka harus terlihat ada asap. Selain itu, asap hanya bisa berkumpul dan membentuk suatu formasi di dalam cuaca tenang dalam jangka panjang. Moskow memiliki angin yang kuat akhir-akhir ini, sehingga menghalau teori emisi.”

Para ahli meteorologi juga menyangkal penjelasan supernormal apapun, mengklaim bahwa itu adalah efek optik. Akan tetapi, penjelasan ini tidak bisa menghentikan orang bertanya-tanya karena “efek optik” ini terlalu sulit dipercaya. rr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

next page