Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "Pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indiƫ), atau Hindia (Indiƫ); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda.

Senin, 05 Juli 2010

ATLANTIS DITEMUKAN GOOGLE OCEAN?

Sejak Google Earth memperkenalkan fitur barunya untuk menjelajahi dunia bawah laut (Google Ocean), petualangan menjelajahi bumi secara virtual serasa semakin mengasyikan. Bayangkan, dengan fitur terbarunya kita dapat menjelajah jauh kedalam permukaan laut untuk menikmati pesona keindahan terumbu karang, menyusuri selimut misteri kapal-kapal karam, dan tak ketinggalan aktifitas yang satu ini, yaitu mencari puing-puing peradaban kuno yang terkubur di bawah laut!

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQi-Tkwys8YRKkY5ZzKMBHVc_UN6e7rEoHLO0a7ZWkla1b0sIh6e9_OJjfWoSz5BzbAPgTbn5pt3xv417VxZ6TNsCzlt6jHxhHLncYclf1R-RIhUYZ-Lp-kAS-AlAnV3zyLQLbWBeSRzY/s400/google-ocean.jpg

Serius? jawabannya, iya! Baru-baru ini Google Ocean berhasil memperlihatkan citra menarik yang mengingatkan kita akan fragmen legenda kota-kota kuno yang terkubur di dasar laut. Gambaran menarik berukuran raksasa tersebut diindikasikan merupakan puing-puing kota kuno yang jauh terkubur didasar Samudera. Terletak di sekitar Samudera Atlantik pada kedalaman sekitar 17.800 kaki, mungkinkah ini merupakan reruntuhan dari kota legendaris Atlantis?

Filsuf Yunani kuno, Plato, dalam bukunya Timaeus dan Critias mengisahkan mengenai Atlantis. Kota yang dikisahkannya penuh dengan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut hancur lebur oleh bencana gempa bumi dahsyat dan serbuan gelombang tsunami hampir 12000 tahun yang lalu. Bencana maha-dahsyat itulah yang akhirnya melenyapkan peradaban Atlantis dengan sempurna. Kini banyak yang meyakini puing-puingnya terkubur di dasar laut.

Citra misterius yang terkubur di bawah samudera tersebut berjarak sekitar 620 mil dari Kota Cassablanca, Maroko. Lokasinya hampir sama dengan apa yang dikisahkan Plato, yaitu di bagian luar Pilar Hercules. Pilar Hercules merupakan kata yang digunakan oleh orang Yunani kuno untuk menyebutkan selat Gibraltar. Jadi, apakah citra misterius tersebut merupakan bagian dari puing-puing kota Atlantis?

http://www.ananova.com/images/web/1480244.jpg

Dr. Charles Orser – pakar Arkeologi dari New York State University – yang merupakan salah satu pimpinan dalam ekspedisi pencarian Atlantis mengatakan bahwa penemuan ini sangat mengagumkan. Lebih jauh ia mengatakan bahwa gambaran itu mungkin merupakan petunjuk kuat mengenai lokasi Atlantis sesuai dengan yang digambarkan Plato. Namun butuh observasi secara seksama untuk benar-benar membuktikannya.

Cukup menggairahkan memang, dan tak ada salahnya jika kawan-kawan juga turut mencobanya. Siapa tahu ojek-objek misterius lainnya menunggu untuk ditemukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

next page