Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "Pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indiƫ), atau Hindia (Indiƫ); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda.

Kamis, 24 Juni 2010

SPESIES DINOSAURUS BARU: BERPARUH BEBEK DAN BERJAMBUL

Spesies dinosaurus baru ditemukan di Meksiko tanpa sengaja setelah fosilnya terabaikan selama 20 tahun. Seorang paleontolog sempat menggunakan serpihan-serpihan fosil tersebut untuk mengajar anak-anak sekolah mengenai teknik penggalian fosil.

"Saya awalnya benar-benar hanya menganggapnya sebagai sampah saja," ujar Martha Carolina Aguillon Martinez dalam konferensi pers di Universitas Utah, Selasa (12/2).Dua puluh tahun kemudian, ia baru sadar bahwa fosil yang dipakainya adalah seekor dinosaurus berjambul dan berparuh bebek yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Namun, itu pun setelah ia melakukan penggalian lebih banyak dan rekonstruksi.
University of Utah
Sosok dinosaurus berjambul dan berparuh bebek yang sempat terabaikan di Meksiko selama 20 tahun.

"Mereka mirip peniup terompet, ini benar-benar unik dan aneh," kata Terry gates, paleontolog dari Museum Sejarah Alam Utah, AS, yang ikut menggali. Keunikannya terletak pada bentuk kepalanya dengan lubang hidung di bagian atas dan memanjang.

Para peneliti memberi nama ilmiah Velafrons coahuilensis. Spesies tersebut masuk dalam kelompok hadrosaurus bersama sekitar 10 dinosaurus bertanduk lainnya yang rata-rata ditemukna di wilayah Amerika Utara.

Fosilnya hanya 7,5 meter, tetapi hewan yang hidup 72 juta tahun lalu ini dapat tumbuh hingga 10 meteran. Meski sebesar T-rex, ia termasuk jenis herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan).

"Sampai ke Kanada, terdapat dinosaurus yang mirip dengannya," ujar Gates. Penemuan ini mengungkap informasi baru bahwa dinosaurus berparuh bebek mungkin melakukan migrasi ke selatan.(AP/WAH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

next page