Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "Pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indiƫ), atau Hindia (Indiƫ); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda.

Sabtu, 26 Juni 2010

KEBAYA DARI DEDAUNAN PIKAT PENGUNJUNG PRJ

Beberapa pengunjung memegang baju yang melekat di maniken seukuran orang dewasa. Seakan tak percaya, mereka kemudian memegang kebaya yang menjadi terusan di bawahnya. Jika diamati lebih teliti, ternyata benar kebaya tersebut terbuat dari dedaunan alam.

Untuk baju kebaya dari jewawut warna hijau di modifikasi sedemikian rupa menjadi kebaya ala None Jakarte. Lantas sebagai motif, digunakan bunga mortel yang bentuknya bulat-bulat ungu kecil. Untuk kebaya digunakan daun cissus nodosa, semacam daun pohon cemara jarum yang telah berwarna cokelat. Lalu, sebagai motif 'jarit' ini, dipakai kulit buah Angsana yang berbentuk bulat bermotif.

Untuk mempercantik lagi, dipasang buah Dewa kering dan Pekak yang motifnya bergelombang bulat kecil. Belum cukup itu saja, untuk ujung baju di pergelangan tangan di gunakan Kadaka Kering, seperti bekas pelepah kering warna cokelat. Adapun untuk hiasan kepala, mengenakan topi bundar dengan ujung menjuntai. Topi mengggunakan bunga mortel yang disusun teliti sehingga muncul motif berselang-seling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

next page