Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "Pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indiƫ), atau Hindia (Indiƫ); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda.

Kamis, 10 Juni 2010

PENEMUAN FOSIL SPERMA RAKSASA

Ilmuwan menemukan sisa sperma dari fosil crustacea yang hidup 100 juta tahun lalu. Fosil binatang itu mengandung sperma sangat besar, bahkan lebih panjang dari tubuhnya. Meskipun sperma itu rusak, foto 3D menunjukkan betina itu baru kawin dan dipenuhi dengan sperma. Sebelumnya sperma tertua yang pernah ditemukan adalah springtail yang hidup pada 40 juta tahun lalu. Disebut Harbinia micropapillosa, organisme itu masih ada hingga sekarang. Binatang ini dikenal memiliki ukuran sperma sangat besar jika dibandingkan dengan tubuhnya. Ukuran sperma ini memecahkan record karena panjangnya bisa 10 kali panjang tubuh.

“Pejantannya memiliki organ kelamin besar untuk menangani sperma mereka,” kata peneliti Renate Matzke-Karasz dari Ludwig Maximilians University di Munich, Jerman. Jika panjang sperma bisa mencapai panjang tubuh organisme, maka itu bisa dikategorikan sebagai raksasa.

Matzke-Karasz dan koleganya menggunakan holotomography, cara scanning 3D untuk melihat organ reproduksi spesimen H micropapillosa yang tersisa. Ilmuwan itu kemudian membandingkan dengan keluarga dekatnya Eucypris virens.

Sumber : www.wahanaindonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

next page